PPM Akuntansi Polnep bersama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak (Rabu -Kamis, 25 -26 September 2019)

FOTO BERSAMA: Tim Pelaksana PPM Akuntansi Polnep foto bersama pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak

SEBAGAI wujud pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi,  Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) mengadakan kegiatan PengabdianPada Masyarakat (PPM) bersama pelaku UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, pada Rabu-Kamis, 25-26 September 2019, dipusatkan di gedung Accounting Hall Polnep.

PPM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang mengambil tema “Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Online Menggunakan Aplikasi Lamikro pada UMKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan Kota Pontianak”. Kegiatan diikuti 34 pelaku UMKM yang umumnya memiliki usaha home industry antara lain berbagai kripik, kue kering, kue basah, sirup dan roti.

Kegiatan PPM ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari tujuh dosen aktif Jurusan Akuntansi Polnep dan dua orang mahasiswa. Bertindak sebagai Ketua tim yaitu Soraya, SE., M.Si, sedangkan anggotanya Yani Riyani, SE., MSA, Kartawati Mardiah, SE., MM., Ak.,CA, Susan Andriana, SE., MM., Ak., CA, Rika Irawati, S.Pd., M.Pd, Murti Puspita Rukmi, S.ST., M.Ak, Anik Cahyowati, SH., MH serta mahasiswa Agus Julianto dan Siti Aisyah.

Menurut Soraya, perkembangan industri yang memasuki industri 4.0 menuntut UMKM memanfaatkan teknologi  berbasis online  dalam membantu menyusun laporan keuangan mereka. Selama ini, pelaku usaha hanya melakukan pencatatan secara sederhana sehingga tidak dapat diketahui sejauh mana usaha tersebut sudah memiliki kemajuan atau tidak. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka tentang akuntansi. Melalui kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) diluncurkan pertama kali aplikasi Laporan Keuangan Usaha Mikro (Lamikro) pada Oktober 2017.

Selanjutnya Soraya menegaskan bahwa kegiatan PPM ini merupakan wujud nyata untuk mensosialisasikan aplikasi Lamikro pada pelaku UMKM yang sama sekali belum pernah mendengar ada aplikasi yang mempermudah proses penyusunan laporan keuangan mereka dan diperoleh secara gratis. Peserta pelatihan diberikan ilmu mengenai dasar-dasar akuntansi dan selanjutnya diaplikasikan ke dalam aplikasi Lamikro. “Harapan kami, pelaku usaha dapat menerapkan secara nyata materi yang telah disampaikan dalam kegiatan usaha mereka, sehingga mereka mampu menghasilkan sebuah laporan keuangan yang sesuai dengan standar, yang dapat berguna dalam pengambilan keputusan berbagai user” ujarnya.

Para peserta sangat antusias dan penuh semangat dalam mengikuti pelatihan ini. Ropini Dharmayanti mengatakan: “Kami mengharapkan kegiatan ini berkelanjutan karena sebagai pelaku UMKM membutuhkan laporan keuangan baik berbasis online atau offline/manual”. Hal senada juga diungkapkan Fatimah: “Pelatihan ini membuka pikiran saya bahwa setiap usaha harus ada pembukuan hingga laba dan rugi bisa dihitung”.

Kegiatan pelatihan ini  ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta dengan berbagai kategori sebagai aprisiasi tim pelaksana PPM terhadap rasa ingin tahu, semangat, motivasi, kreativitas, inovasi dan kedisiplinan peserta selama dua hari mengikuti kegiatan PPM ini.
FOTO BERSAMA: Tim Pelaksana PPM foto bersama dengan peserta yang
mendapatkan doorprize
FOTO BERSAMA: Tim Pelaksana PPM Akuntansi Polnep foto bersama pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pontianak, beberapa
peserta mendapat doorprize dari kegiatan ini.

By. Oprt.simlitabmas.polnep

Jurusan Teknologi Pertanian Polnep Gelar PPM Nilai Tambah Jagung Manis

polnep

NILAI TAMBAH: Pelatihan diversifikasi olahan jagung manis dari Teknologi Pertanian Polnep memberikan nilai tambah bagi komoditas utama Sedau, Singkawang. IST

JURUSAN Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar pengabdian pada masyarakat (PPM) di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu, 21 September 2019. PPM mengusung judul usaha peningkatan nilai tambah jagung manis melalui diversifikasi olahannya. Pembiayaan kegiatan bersumber dari DIPA Polnep tahun anggaran 2019.

Kegiatan dipusatkan di kediaman Ridah, ketua Kelompok Wanita Tani Jujur Akur Sukses-Bersama (KWT JAS-B). Peserta yang terdiri dari wanita tani dan remaja putri di KWT JAS-B mendapatkan materi terkait potensi lokal dan transfer teknologi tepat guna (TTG), pelatihan pengolahan jagung manis.

PPM dibuka langsung Lurah Sedau, Darwis SH. Ia menyambut baik kegiatan yang mengangkat produk sesuai komoditas pertanian utama KWT JAS-B. “Transfer TTG akan meningkatkan keterampilan dan wawasan peserta dalam mengolah jagung manis. Ini dapat jadi modal awal memulai usaha rumah tangga. Besar harapan agar kegiatan ini bisa berkelanjutan, tidak berhenti di sini saja,” ujarnya.

Ledy Purwandani STP MSc, Ketua Tim Pelaksana PPM menyampaikan, PPM memang ditujukan untuk mengangkat komoditas utama Sedau, yaitu jagung manis. Komoditas tersebut dapat dijadikan potensi strategis dalam diversifikasi olahan pangan sehat, sehingga peserta menjadi inovatif dan produktif dalam pemanfaatan potensi daerah.

“Kami kenalkan diversifikasi olahan, seperti susu jagung, keripik jagung, puding jagung, bolu kukus jagung, dan jelly jagung. Olahan ini dapat diaplikasikan di rumah dengan peralatan sederhana. Selain jagung manis, komoditas lain pun dapat diolah menjadi berbagai olahan pangan sehat untuk keluarga,” katanya.

Ridah, ketua KWT JAS-B menyampaikan, anggotanya sudah ada yang pernah menerima pelatihan pengolahan jagung manis menjadi pangan sehat, seperti susu jagung dan manisan kering jagung. “Tapi, peserta yang hadir hari ini, sebagian besar belum pernah dapat pelatihan pengolahan jagung manis menjadi olahan pangan sehat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui keterampilan tersebut, peserta dapat membuat camilan sehat untuk keluarga, bisa pula sebagai modal awal usaha rumah tangga. “Produk yang dihasilkan ini, selain umur simpannya panjang, juga memiliki citarasa khas. Pun dikemas menarik, sehingga bernilai jual. Besar harapan kami, ada pelatihan sejenis untuk komoditas lain. Di sini, kami juga membudidayakan keladi dan nanas,” pungkasnya. (ser)

Kegiatan PPM polnep 2019

Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Berbasis Online dengan Menggunakan Aplikasi Lamikro Pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Pontianak (ketua Pelaksana: Soraya, S.E., M.Si

Hari /tanggal : Rabu – Kamis, 25 – 26 September 2019

tempat : Accounting Hall Polnep

Bentuk acara:

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Online dengan menggunakan Aplikasi Lamikro

waktu : Pukul 08.00 Wib – selesai

PPM Akuntansi Polnep di Temajuk

FOTO BERSAMA: Tim pelaksana PPM Akuntansi Polnep foto bersama perangkat desa dan peserta di Desa Temajuk. IST

JURUSAN Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) bersama Pemerintah Desa Temajuk menggelar kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), sebagai wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kegiatan dipusatkan di gedung serba guna Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Selasa-Rabu, 17-18 September 2019.

PPM mengambil tema ‘pendampingan ekonomi pariwisata di daerah perbatasan (desa Temajuk) melalui manajemen keuangan dan akuntansi’. Kegiatan diikuti 30 pelaku pariwisata di Desa Temajuk, yaitu para pemilik homestay (penginapan), jasa perahu wisata, kerajinan tangan, dan jasa transportasi (ojek wisata).
Tim pelaksana PPM terdiri dari enam dosen aktif Jurusan Akuntansi Polnep. Ketua tim Zulham Al Farizi SE MAcc, sedangkan anggotanya Oscar Rynandy A SE MSi AkCA, Theresia Siwi Kartikawati SE MM AkCA, Linda Suherma SE MSi, Ninik Kurniasih SE MM, dan Desty Wana SST MAcc. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa aktif di Akuntansi Polnep.

Zulham menjelaskan, tema PPM sejalan dengan potensi wisata desa Temajuk yang sangat besar, sehingga perlu dieksplorasi lebih jauh guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya. Namun perkembangannya masih terkendala permodalan (minim akses keperbankan), akses jalan belum rampung (belum beraspal seluruhnya), listrik yang hidup hanya malam hari, dan jaringan internet sangat terbatas.

Menurutnya, kegiatan kali ini fokus pada kendala minimnya akses permodalan, sesuai basis keilmuan pelaksana PPM. Materi yang diberikan antara lain manajemen kas, penetuan tarif jasa wisata, pengelolaan biaya, dan akses pendanaan perbankan. “Harapan kami materi disampaikan dapat meningkatkan SDM di sini, sehingga usaha mereka bankable dari sisi analisa perbankan,” ujarnya.

Sekretaris Desa Temajuk, Pandri Ota berterimakasih atas kehadiran tim PPM Akuntansi Polnep. “Terima kasih sudah jauh-jauh datang menambah ilmu kami. Serta turut perhatian pada peningkatan SDM di sini. Semoga ke depan, kampus terus menopang kemajuan desa melalui program kemahasiswaan (KKN/PKL) atau dosen (PPM). Kami selalu terbuka menerima dan siap membantu,” katanya.

Para peserta pun menyambut baik PPM. Mereka berharap kegiatan tersebut bisa berkelanjutan. Peserta ingin ke depannya, mendapatkan materi terkait promosi melalui e-commerce. Saat ini, kunjugan ke Temajuk masih musiman, seperti di libur panjang dan lebaran, sedangkan hari biasa masih minim.
Mereka juga mengundang warga Kalimantan Barat berwisata ke Temajuk. Objek wisata di sana sangat lengkap dan indah, mulai dari pantai, terumbu karang, air terjun, gua, perbukitan, dan hutan alam. Semuanya sangat alami tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. (ser)

Kegiatan PPM Polnep tahun 2019

1. Aplikasi Sistem Filterisasi Air Pada Pendederan Benih Lele Sangkuriang (Clarias sp) di Bak Terpal Bagi kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Punggur Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya (ketua Pelaksana: Ridwan Salim) Sabtu, 21 September 2019, Kelurahan Punggur KKR

2. Penerapan Teknologi Infromasi Berbasis PSAK 45 untuk Pengurus Rumah Ibadah di Kubu Raya. (ketua Pelaksana: Khamim) Kamis-jumat 26-27 September 2019, Tempat Aula Kantor kementerian Agama, KKR

By. Oprt-simlitabmas-polnep

Akuntansi Polnep Gelar PPM

PONTIANAK – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak kembali menggelar Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di rumah salah satu anggota kelompok UMKM, Gg Teladan No.6, Jl Adisucipto, Senin-Selasa, 16-17 September 2019. PPM merupakan salah satu kewajiban untuk memenuhi tridarma perguruan tinggi, selain pengajaran dan penelitian.

Ketua pelaksana PPM, Tashadi Tarmizi menyampaikan, PPM kali ini mengambil judul pelatihan manajemen keuangan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada Kelompok UMKM Ragam Khatulistiwa Kalimantan Barat dalam peningkatan kegiatan kewirausahaan.

PPM diikuti para pelaku UMKM anggota di Ragam Khatulistiwa, yang diketuai Gusti Iwan Darmawan. “Dalam PPM kami gelar workshop dan pelatihan. Materinya terkait manajemen keuangan, mencakup perencanaan kewirausahaan dan akuntasi sederhana berkaitan dengan UMKM,” ujarnya.

Dalam kegiatan PPM tersebut, tim juga menyerahkan bantuan dalam bentuk rak display untuk produk. Rak tersebut dapat dipergunakan untuk mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh anggota UMKM, sehingga dapat dikenalkan oleh masyarakat umum.

“PPM kami tujukan untuk memberikan pengetahuan tentang manajemen keuangan yang baik. Harapan kami, ini dapat turut mengembangkan usaha bagi anggota pada kelompok UMKM Ragam Khatulistiwa Kalbar. Kami pun memberikan pelatihan untuk membuat laporan keuangan bagi anggota pada kelompok UMKM,” tutupnya. (ser)

https://pontianakpost.co.id/akuntansi-polnep-gelar-ppm/